I don't have a proper job yet. For the time being, I play with make-up brushes for a living and helping Mak with her home nursery. Pendapatan yang sangat kecik dan terhad. But still, I got money to buy everything as heart desired. And put aside a little for saving. Note that little, I mean, VERY little. Haha.
I rarely going out since Marwan died. Tapi ada la dalam seminggu tu akan keluar. Kalau tak dengan family, I mamak-ing with Irra or we just hang at her or my house. Sometimes Jijan bawak aku keluar makan or balik rumah dia and we swim at her apartment. Dan kadang-kadang kalau Shyda balik, dia ajak jumpa, aku pun on.
That's it.
Irra-mamak-hanging. Jijan-makan-apartment-swimming. Shyda-balik Ipoh-baru jumpa.
Mendap ke hidup aku? Mendap tak? HELL NO!
Aku tak rasa mendap pun. No stable job, less money but that doesn't mean I'm not enjoying my life. Rarely hanging out but that doesn't mean my life is less-fun.
Takde kerja yang proper means I don't have to work 8am to 5pm. Jarang pulak keluar. Maknanya aku banyak masa di rumah. Bila masa banyak dekat rumah, dapatlah aku berlatih untuk menjayakan misi aku tu.
One thing I realize, when you had TOO much 'fun' back then when you're still a teenager, you'll tired eventually seeking for that kind of fun as you grow up each and every year.
At some point, you have to change, not just because you feel you have to change but because you are a Muslim. Menjadi seorang Muslim, tanggungjawabnya lain macam sikit. Ahhh ya. Mencari hidayah ye?
:)
Semakin umur meningkat, semakin mati datang menyapa. Semakin umur meningkat, bukan keseronokan semata yang dicari. Semakin dunia dikejar, semakin nikmat akhirat menjauhi.
Jangan jadi macam aku, I have to face Marwan's death baru aku nampak silver lining why I have to change. No good. But it's never too late to change, yes?
Biarlah hidup aku mendap sekalipun. I'm way, way too happy living my life like this.
Till then.
Sent from my BlackBerry® smartphone over the TuneTalk network